“Nak, ini bahaya.” Kata Mama Mandala setelah panggilannya diputuskan secara sepihak. Sang Mama menatap ponselnya dan orang itu bergantian dengan tatapan horor. “Kenapa, Tante?” “Mandala di Yogya. Dia nggak ke Jakarta dulu seperti rencana kita.” “Apa, Tante?” “Dia pasti mau nemuin kamu.” Kata Mama Mandala dengan nada panik. “Aduh, gimana ini?” Perempuan itu, yang tak lain adalah Anggun ikut pusing seketika. Ini tidak seperti yang direncanakan olehnya dan Mamanya Mandala. Ini benar-benar berantakan. “Gawat, Tante. Di rumah itu besok mau ada nikahan sepupu. Kalo Mandala sampe lihat itu, dia pasti bakal nggak berfikir jernih.” “Kamu bener. Kalo gitu kita harus susul dia sebelum anak itu malu-maluin keluarga.” Sang ibu tampak frustasi. “Ya ampun, Mandala... kok kamu sembrono gini sih? Or

