Beberapa bulan kemudian. Bapak Anggun bergegas menuju ruang tamu kala ada yang mengetuk pintu dan baik istri maupun anak perempuannya tidak ada yang bisa membukakannya. Pintu dibuka, dan beberapa detik kemudian Bapak Anggun menghela napas melihat siapa yang datang. “Kamu ngapain ke sini terus sih?” kata Bapak Anggun dengen ekspresi lelah yang sesungguhnya. Beberapa bulan ini Mandala memang gigih sekali untuk mengunjungi Anggun setiap weekend untuk meminta restu. “Anggun-nya ada, Om?” kata Mandala tanpa merasa berdosa sedikit pun. Bapak Anggun memutar bola matanya. Sebelum memanggil putri bungsunya dia menarik napas perlahan. “Nggun! Anggun!” teriak Bapak Anggun dengan menggelora. Ketika putrinnya datang dengan tergopoh-gopoh, dia langsung menyambung kalimatnya. “Ini tolong sih Manda

