RENCANA TUHAN

1956 Kata

Hujan mengguyur ibukota dengan derasnya. Petir menggelegar di mana-mana yang membuat Anggun resah. Suasana seperti ini benar-benar tak disukainya. Entah kenapa dia merasa ketakutan. Anggun tersentak saat ada gedoran di pintunya. Siapa yang bertamu malam-malam begini? Batin Anggun bersuara. Anggun memilih mengabaikan gedoran itu. “Nggun… ini aku.” Anggun mengenal suara itu. Perlahan-lahan Anggun mendekati pintu. Sebelum membuka pintu, Anggun memilih menyibak gorden untuk mengitip terlebih dahulu. Diana? Kenapa dia dateng malem-malem? Dengan keraguan yang masih menyelimuti dirinya, Anggun membuka pintu. Sudah berminggu-minggu sejak pertengkaran mereka waktu itu dan sejak saat itu juga Anggun tidak pernah melihat Diana lagi. Lalu kenapa malam ini perempuan itu datang? Dan kenapa ekspresin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN