“Bu, Anggun mau balik ke Yogya.” “Beneran, nduk? Ibu seneng dengernya. Kapan rencananya kamu balik? Kalo kamu mau, Ibu bisa nyuruh Mas-mu nyusulin ke sana.” “Nggak perlu, Anggun bisa sendiri kok, Bu. Nanti Anggun kabarin lagi lebih jelasnya.” “Ya udah, kamu hati-hati di sana. Semua orang di sini nunggu kepulanganmu, nduk.” “Anggun tutup dulu ya, Bu.” Anggun menghembuskan nafasnya dengan yakin. Di akan pergi dan akan baik-baik saja setelahnya. Dan Mandala... Anggun menatap ponselnya dengan nanar. Hubungannya dengan pria itu semakin rumit belakangan ini. Dan Anggun mengakuinya kalau sebagian besar didominasi oleh kesalahannya. Di saat seperti ini Anggun benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepergiannya dengan baik. Mandala mungkin akan semakin marah karena Anggun lebih me

