Anggun merasakan ada sesuatu yang mengalir melalui selangkangannya. Anggun mengarahkan tangannya yang gemetar untuk memastikan. Bukan darah! Bukan darah! Doa Anggun dalam hati. Tapi sayang doanya tidak terkabul. Jemari Anggun berlumuran darah. Dengan tangannya yang masih bersih Anggun memegang tangan Diana lagi. “Di, aku berdarah, tolong aku. Diana, aku mohon. Kamu bukan orang jahat, aku tahu itu.” Diana masih bergeming. Perempuan itu memilih menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. “Di, anak aku dalam bahaya, tolong dia. Kamu hamil dan... dan kamu pasti tahu rasanya. Bayangin kalo ini anak kamu...” Anggun memohon dengan isakan yang semakin keras. “....” Anggun meremas tangan Diana. “Di, kamu boleh benci aku, tapi anak aku nggak bersalah. Di, aku mohon... Arrgh!” Anggun merintih

