Anggun sedang menonton televisi saat Tesla masuk dengan buket bunga mawar yang sangat besar. Dia mengerutkan keningnya dengan heran. Bukan maksud menghina atau bagaimana, tapi Tesla jarang sekali memiliki penggemar yang berlebihan seperti ini. “Wuuiihh! Bunga dari siapa itu? Ciyeeee, lo udah punya pacar ya? Kok nggak ngasih tahu gue sih, Tes. Mana gede banget lagi.” Tesla mengangkat bunga yang ditemukannya di depan pintu dengan sedikit kekehan. “Ini bukan buat gue tahu. Gue nemu ini di depan pintu.” Tesla menerangkan kemudian melemparkannya ke arah Anggun. “Tadinya gue pikir ini buat lo tahu.” Melihat Anggun langsung berjingkat agak menjauh, Tesla mengeluarkan senyum jahilnya. Dia tahu kalau Anggun memiliki hidung yang sangat sensitif terhadap aroma bunga. Dan buket bunga mawar yang dit

