PATAH HATI

2180 Kata

Pintu ruangannya diketuk dan Mandala langsung mempersilakan masuk. Muncullah sekretaris pengganti Anggun dengan ekspresi takut-takut yang kentara sekali. “Kenapa Sin? Kamu belom pulang?” Mandala memperhatikan gerak-gerik Sinta yang terlihat tidak seperti biasanya. Dia mengerutkan kening menunggu jawaban perempuan itu. “Sin?” Panggilnya lagi untuk menyadarkan Sinta. Mandala sedang dalam mood yang tidak baik, jadi dia benar-benar akan menghargai kalau Sinta to the point saja dan tidak membuat kejengkelan Mandala bertambah. “Engghh...” Sinta memilin jemarinya. “Ini soal Mbak Anggun, Pak.” Mandala langsung menegakkan bahunya kala nama Anggun dibawa-bawa dalam obroan mereka. Ekspresinya berubah tegang dan menatap Sinta lekat-lekat. Sinta langsung salah tingkah di tatap seperti itu. “Kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN