BERDAMAI UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA

1755 Kata

Anggun duduk bersandar di kursi kayunya. Setelah momen tegang penuh argumen, keduanya memilih diam untuk meresapi keadaan yang sudah kacau. Keduanya sama-sama menatap lurus ke depan. Mereka memilih diam setelah perdebatan sengit beberapa saat lalu. “Aku bakal mencoba dengan keras untuk Diana –seperti kata kamu.” Kata Doni meski tatapan matanya tetap lurus ke depan. “Cobalah. Cobalah sampai berhasil dan kamu pasti bahagia setelahnya.” “Apa kamu bahagia dengan aku yang memutuskan akan menjauh seperti ini, Nggun?” Anggun menyunggingkan senyum tipis. “Sangat bahagia karena beberapa hal berjalan sesuai rencana awal aku.” “Apa menyingkirkan aku sejauh mungkin juga rencana awal kamu? Aku tetap Papanya, Nggun.” “Aku punya sepupu, Don. Dia perempuan dan dia ada masalah dengan pacarnya. Dia pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN