SAYA NGGAK AKAN MENYERAH, NGGUN.

968 Kata

Di cuekin itu... Nggak enak! Mandala menatap Anggun dengan tatapan malas. Anggun beberapa kali keluar masuk ruangannya, tapi perempuan itu tetap tidak mempedulikannya. Apa Anggun juga seperti ini saat dia mengacuhkannya di hari pertama perempuan itu bekerja setelah cuti? Mandala menyesal. Jika saja dia bisa memutar waktu. Mandala menghela nafas. Toh, tidak berguna juga menyesali hal yang sudah lalu. “Nggun, ayo makan siang bareng.” Kata Mandala mencoba mencari alasan untuk bisa bersama dengan Anggun lebih lama. Anggun yang masih duduk di kursinya menatap Mandala dengan kening berkerut. Anggun jelas ingin menolak, tapi Mandala berkata lagi, “Bentar lagi kita meeting sama klien, jadi sekalian gitu. Kita makannya juga di tempat yang udah disetujuin klien, jadi biar nggak bolak-balik.” Jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN