“Maksud Bapak apa ngomong kayak gitu?” Anggun menatap Mandala dengan kening berkerut. Perempuan itu berusaha untuk duduk di ranjangnya. “Maksudnya... saya bakal nikahin kamu dan bertanggungjawab atas bayi itu.” Anggun ternganga, kemudian terkekeh dengan penuh ironi. “Atas dasar apa Bapak mau menikahi saya dan mengambil alih tanggung jawab bayi ini? Ini jelas bukan tanggung jawab Bapak, tapi kenapa Bapak mau repot-repot? Kenapa, Pak?” Anggun berkata dengan suara lantang. “Saya nggak mau kamu kembali sama laki-laki b******n itu. Kamu terlalu baik buat Doni si b******k itu, Nggun.” “Cuma karena itu? Jadi perlakuan Bapak selama ini karena Bapak kasihan ngeliat saya yang sebaik ini harus menanggung beban seberat ini? Apa Bapak pikir saya nggak sanggup ngurus semuanya sendiri?” Mandala mara

