Seminggu kemudian. Mandala berjalan pelan ke arah dapur. Sesampainya di sana, pria itu langsung tersenyum. Mencari keberadaan istrinya memang sangat mudah. Cukup berjalan sebentar ke dapur dan dia akan mendapati istrinya sedang berkutat dengan peralatan tempurnya. Dengan mengendap-endap dia menuju posisi istrinya. Tapi belum sempat dia melancarkan ide jahilnya, Mandala sudah terpergok duluan. Anggun menatapnya dengan mata menyipit meski tangannya masih sibuk mengaduk-aduk olahan di wajah. “Nggak usah ngisengin aku ya. Pertama, ini masih pagi. Kedua, kamu harus ke cek laboratorium sepagi mungkin kayak saran dokter.” Mandala menunjukkan cengiran lebarnya. Alih-alih menjauh, Mandala justru semakin mendekat dan merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya dari belakang. “Sepagi-paginya yang dim

