"Selamat pagi semua." "Selamat pagi Pak Daren." "Selamat pagi, Pak." "Pagi, Pak Daren." "Selamat pagi, selamat pagi." Tidak seperti hari-hari biasa yang lewat begitu saja. Hari itu Daren benar-benar terlihat berbeda. Bukan hanya karena pria itu menyapa lebih dulu karyawan-karyawannya, tapi juga dengan senyum lebar dan nada suara ramah yang dikeluarkan pria itu. Tidak berhenti dampai di sana, Daren juga mengeluarkan aura-aura yang tidak biasanya terasa di sekitarnya. Tentu saja, hal itu langsung menjadi perhatian besar bagi para karyawan yang berjumpa atau bertemu tatap dengan Daren, sebab seumur hidup mereka selama mereka bekerja di perusahaan itu, Daren jelas tidak pernah terlihat demikian sebelumnya. "Anu... Pak?" "Hm? Kenapa, Gaf?" Gaffa yang berada dalam satu lift karena tiba di

