"Hah... Aku nggak tahu kalau bakal seramai ini." Mata Clair bergerak liar kesana-kemari, lumayan dibuat terkejut dengan jumlah manusia yang kini tertangkap dalam pandangannya. Sementara Daren, pria itu sama sekali tidak terlihat terkejut, justru helaan napas pasrah lolos dari mulutnya setelah sang istri mengumamkan hal itu. "Aku kan udah bilang, kamu aja yang keras kepala mau kita keluar." Mata Daren yang tadi juga ikut memperhatikan sekelilingnya kini kembali pada sang istri, mempertemukan dua pasang mata keduanya yang kini terarah pada satu sama lain. Yang berbeda, Daren harus menundukan kepalanya, sementara Clair perlu mendongak untuk bisa mempertemukan garis pandang mereka. Sebenarnya Clair tidak sependek itu—ah, apa bisa dikatakan begitu? Karena selama ini Clair kebanyakan bicara k

