“Lily? Gimana dengan Lily?” Itu sudah pagi, dan Clair sudah berbaring di ranjang rumah sakit yang ditempatinya setelah membersihkan diri dibantu oleh salah seorang perawat tadi. Tapi bukannya terlelap, wanita itu malah masih saja membahas hal yang menurut Daren bisa dibahas lain kali. Seolah tidak mengantuk, Clair malah mengeluarkan pertanyaan itu setelah hening cukup panjang. Dalam dekapan Daren yang juga ikut berbaring di ranjang rumah sakit, memejamkan mata hendak mengistirahatkan juga dirinya bersama Clair setelah hari yang cukup panjang, rupanya Daren juga belum diizinkan tidur dengan nyenyak, karena pasangan hidupnya itu masih memiliki hal lain yang menjadi tanda tanya besar di kepalanya. “Lily?” Suara Daren terlalu parau, pria itu sebenarnya sudah pada batasnya. Daren benar-bener

