“Eungh.” Lenguhan Clair yang lolos dari mulutnya juga tubuh wanita itu yang berjengit kecil membuka mata Daren yang semula terpejam terlarut dalam sentuhan mereka. Itu bukan lenguhan e****s seperti yang orang lain akan pikir, sama sekali bukan. Daren menyadari sangat bahwa yang keluar dari mulut Clair adalah lenguhan kesakitan, itu kenapa pria itu menjauhkan dirinya dari Clair, mengambil jarak hingga ia bisa mengamati wanita yang ada dalam sentuhannya itu dengan baik. Jarak yang terlalu dekat membuatnya tidak bisa mengamati dengan baik, kan? Maka dari itu Daren mengambil jarak normalnya untuk memastikan apa yang dirasakan oleh wanitanya itu. “Kenapa? Apa yang sakit?” Pria itu bertanya sambil mengamati. Tangannya masih ada di leher dan pipi Clair tanpa beranjak dari sana meski wajah dan

