“A-apa?” “Apanya yang apa? Bagian mana yang lo nggak ngerti? Bagian mana yang harus gue ulang? Bagian mana yang harus gue perjelas?” Clair menelan saliva-nya susah payah. Semua, Clair ingin Daren mengulang semua ucapannya, kalau bisa memperjelasnya, semakin memperjalas apa yang bisa diperjelas dari seluruh ucapan Daren. Meski begitu, Clair tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk meminta hal itu dari pria di hadapannya. Padahal, banyak dari ucapan Daren yang belum to the point pada inti dan maksud dari apa yang sudah pria itu sampaikan. Clair menggerakan tubuhnya setelah sejak tadi hanya mematung dan diam di tempat yang sama—tanpa sadar gerakannya itu ternyata mengganggu bagian tubuhnya yang sakit. Dahi Clair berkerut tajam, seketika gerakannya menjadi kaku. Lebih tepatnya bagian

