78. Hal yang Hampir Dilupakan

2002 Kata

Clair mencengkram bahu Daren yang menjadi penopang. Berusaha tetap mengendalikan akal sehatnya yang kali ini diserang habis-habisan oleh Daren, Clair kembali mencoba bicara. “T-Tapi, aku udah seharian ada di luar, dan badanku juga keringatan karena tadi sedikit bantu angkat-angkat. Aku nggak mau—” “Aku sama sekali nggak peduli.” Daren melangkah meninggalkan sofa, dengan membawa Clair masih dalam gendongannya. Tentu saja Daren membawa istrinya itu menaiki tangga, menuju kamar yang kini sudah resmi menjadi kamar mereka berdua juga? “Tapi aku peduli. Itu kotor dan—” “Kalau gitu gimana kalau kita mandi sama-sama? Selesai masalahnya, kan?” Ugh, Clair ingin sekali mengatakan “tidak” karena meski tadi ia bersikap seolah tidak masalah dengan apa pun dan bisa mengendalikan semuanya. Tapi kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN