Rania sudah sangat lama sekali tidak berdekatan dengan pria, karena wanita itu merasa sakit hati sudah dikhianati oleh calon suaminya yang dengan teganya berselingkuh bersama dengan adik kandungnya sendiri. Begitu banyak pria yang mendekati dirinya, tetapi dia selalu mengabaikan. Karena takut merasa sakit hati kembali, dia tidak mau terluka lagi. Namun, siang ini dia merasa ingin tersenyum-senyum sendiri karena dia sudah berpapasan dengan seorang pria berumur. Pria itu terlihat masih tampan di usianya yang nampaknya sudah lebih dari empat puluh tahun itu. Satu hal yang membuat Rania terkesan, pria itu nampak begitu mencintai mendiang istrinya. Walaupun istrinya sudah tertimbun tumpukan tanah merah, tetapi pria itu terlihat begitu setia dan masih kentara begitu menyayangi istrinya. "Pri

