Twins Lovers Part 15 Gagal Modus

1598 Kata
Author Pov. Cheril langsung ke fakultas bisnis, dengan mobilnya, tentu saja Devan yang memaksa anaknya untuk membawa mobil karena tidak ada supir sementara kampus dan kantor Devan berlawanan. Audi R8 V10 Plus warna biru terparkir di depan faluktas bisnis, Cheril langsung keluar dari mobilnya, beberapa mahasiswa sempat melirik Cheril serius Cheril mengendarai mobil seharga delapan miliar lebih, waahhh,,, apa mungkin Cheril memang orang kaya raya. “Cheril,,” Panggil Anggika kebetulan mereka ada kelas yang sama makanya Anggika menunggu Cheril di parkiran. Cheril melambaikan tanggannya, dia menghampiri Anggika. “Gimana lo, udah enakan?,” Tanya Anggika. “Lumayan sih, gue udah happy lagi, memang Daddy dan Mommy jadi moodboster nomer satu di dunia ini,” Ucap Cheril. Mereka berdua bercana sepanjang jalan, hingga ke kelas mereka di lantai dua, Cheril dan Anggika tentu saja duduk berdampingan. Setelah menyelesaikan satu mata kuliah mereka berdua memilih untuk makan di kantin bersama Bryan, Zio, Mona, dan Elthan, tapi tunggu itu bukannya Ethaan ya?. “Cheril kamu baik baik saja?.” Baru saja Cheril duduk Ethaan langsung bertanya pada Cheril, hal yang tidak biasa bagi Ethaan, bahkan semua orang disana hanya saling pandang. “Aku baik baik aja kok.” Ucap Cheril, Cheril heran juga dengan Ethaan yang tiba tiba menanyai dirinya, apa Ethaan tau jika Cheril sempat di bully Ryandra. “Udah udah,, mending kita pesen makan aja,” Tegur Elthan, bakalan lama jika Ethaan sudah seperti ini, Ethaan tidak akan memperhatikan lingkungan sekitarnya jika sudah fokus dengan wanita. Mereka semua langsung memesan makan siang, karena mereka baru selesai kuliah, walau hanya mendengarkan berbicara di depan tapi tetap saja butuh tenaga. Selesai mereka makan, mereka langsung pada cabut, pengen pada nonton kecuali Elthan yang mendapat hukuman dari Xander, maka Elthan segera pergi ke perusahaan milik Daddynya. Cheril tentu satu mobil dengan Ethaan, memang dasar orang kaya, mau pergi ke mall aja berenam bawa mobil tiga, padahal mobil milik Zio muat untuk berdelapan. Ethaan memang tadi satu mobil dengan Elthan jadi dia mengemudikan mobil Cheril, tumben Om Devan membiarkan Cheril mengendarai mobil ini. Baik Ethaan dan Cheril saling diam sepanjang perjalanan ke mall, Ethaan sendiri fokus dengan mengemudikan mobilnya, sementara Cheril asik dengan instagramnya. The Invisible Man menjadi pilihan Zio dan Bryan, mereka berdua memang suka dengan film horror, padahal pacar mereka tidak suka dengan film horror, sementara Ethaan dan Cheril hanya mengikut saja, dengan liciknya kedua laki laki itu sudah memesan tiket bioskop sebelum mereka datang kesini. Anggika dan Mona hanya bisa menutup mata sumpah serapah pun mereka lontarkan pada pasangannya masing masing. Sementara Cheril tidak terlalu takut dengan film horror hanya menikmati, tanpa ada masalah sama sekali begitu dengan Ethaan, mereka sama sama menikmatinya. “Tidak takut dengan film horror?.” Tanya Ethaan. “Enggak, biasa aja, kenapa?.” Tanya Cheril balik. “Enggak papa,” Balas Ethaan, sebenarany Ethaan juga berharap Cheril akan ketakutan seperti Anggika dan Mona, memeluk lengan pasangannya sambil berteriak, tapi sayang ekspektasi tidak sesuai dengan realitanya. Selesai menonton film kini saatnya berbelanja, Anggika dan Mona langsung menyerbu toko pakaian yang biasa mereka kujungan. Para lelaki tentu saja mengikuti pasangannya masing masing, sementara Ethaan mengajak Cheril untuk misah dengan mereka berempat, Ethaan membawanya ke tempat bermain, “Kenapa kesini?.” Tanya Cheril, padahal Cheril udah seneng banget Ethaan membawanya kemari. “Aku melepas penat,” Ethaan melangkah ke tempat permainan basket, Ethaan sangat pandai memasukan bola bola dalam ring basket. Cheril bertepuk tangan ketika Ethaan menyelesaikan permainannya dan mendapat banyak sekali voucher. “Main aja,” Cheril mengangguk, dia mencoba bermain basket namun banyak bola yang tidak masuk dalam ring, membuat Ethaan tersenyum, lucu jiga Cheril kalau main basket gini. “Aku nyerah aja,,” Ucap Cheril padahal masih ada beberapa waktu lagi. “Ok, mau main apa lagi?.” Tanya Ethaan, “gimana kalau bombomcar?,” Tanya Cheril, “Boleh,,” Mereka berdua melangkah ke tempat bombomcar. Cheril tertawa ketika ada seorag anak kecil menabrak bombomcar yang mereka kendarai, Ethaan langsung mengejar anak kecil itu lalu menabraknya, mereka menikmati bermain bombomcar, Ethaan baru kali ini merasa sebebas ini, dengan Cheril di sampingnya. Puas bermain bombomcar, Cheril melihat capit boneka, tentu saja Ethaan dengan senang hati langsung mengisi kion untuk mencapit bonekanya. “Mau yang mana?.” Tanya Ethaan. “Yang itu,,” Tunjuk Cheril pada boneka kelinci. Ethaan mencoba satu kali, dengan capitnya, perlahan turun hingga menjapit boneka yang Cheril inginkan, namun saat di angkat bonekanya jatuh, Cheril langsung tertawa melihat wajah kesal Ethaan. “Hahhahaha,,, Semangat Ethaan,” Cheril memberi semangat. Ethaan menasukan koinnya lagi semoga kali ini berhasil, namun sepertinya harapan Ethaan tidak terkabul, lagi lagi capitnya tidak mau di ajak kerja sama. “Udah udah,, mending kita nyari minum aja aku haus,” Ajak Cheril, Cheril tidak ingin Ethaan frustasi dengan boneka capit. *** Xander benar benar menghukum Elthan, bayangkan saja Elthan mengerjakan proposal kerjasama, belum lagi ada masalah di pembangunan apartemen di Kutai Karta Negara, Kalimantan Timur, pembebasan lahan belum seratus persen selesai namun pihak kontraktor sudah memulai pekerjaannya membuat demo dan terjadinya penganiayaan pekerja oleh warga sekitar, tentu saja seharusnya pihak kontraktor yang mengurus namun dengan seenaknya mereka melimpahkan tanggung jawab pada Timothy reals. “Elthan, ikut Om meeting setengah jam lagi,” Elthan baru saja menegak air mineralnya, Devan sudah mengajak meeting. “Iya Om,” Balas Elthan lewat intercomnya. Elthan mendapat Salinan materi meeting dari Henia, sekertaris Daddynya, Elthan hanya di beri waktu dua puluh menit utuk mempelajari meetingnya, beruntung kejeniusan Xander sedikit menurun padanya, jadi Elthan mampu mengingat beberapa poin penting meeting sore ini. Mereka meeting untuk membahas permintaan dana dari Wijaya grup, perusahaan media dan perbankan, disini Elthan yang memberikan keputusan namun melihat sikap Samuel Wijaya yang ketara sekali menjilatnya membuat Elthan menunda terlebih dulu dengan alasan meninta pendapat Xander, padahal Xander sudah melimpahkan keputusannya pada Elthan. Meeting selesai cukup cepat dari yang Elthan bayangkan. Samuel langsung menghampiri Elthan. “Nak Elthan, anda sungguh seperti Ayah anda, sangat teliti dan berhati hati saya harap kita bisa bekerja sama, ahhh ini ada undangan pesta ulang tahun anak saya Ryandra, saya ingin mengundang Nak Elthan dan keluarga Timothy untuk datang,” Elthan mengangguk. “Terimakasih undangannya, saya akan sampaikan pada Daddy dan Mommy,” Ucap Elthan. Samuel dan sekertarisnya pergi meninggalkan ruang meeting, Elthan langsung melempar udangan di tangannya ke meja. “Dia kira aku tidak tau maksud dari undangan ini,” Ucap Elthan pada Devan. “Mereka hanya ingin kamu dan orang tua kamu datang Elthan, jangan berfikir yang tidak tidak.” Ucap Devan. “Tapi Om Devan, tanpa di jelaskan pun aku tau maksud mereka, dikira aku bakalan masuk dalam perangkap mereka apa, tidak akan,” Elthan berlalu keluar dari ruang meeting, memang Elthan ini sebelas dua belas dengan Kezia, seenaknya sendiri. *** Ryandra sedang berada di mall terbesar dan dan terlengkap di kota Jakarta, siapa lagi kalau bukan mall milik keluarga Wiryanagara, awalnya dia datang kemari untuk melakukan fitting gaun untuk pesta ulang tahunnya, namun dia mengurungkan niatnya saat melihat Ethaan bersama Cheril, perempuan itu tidak ada kapok kapoknya, dia masih berani mendekati Ethaan, apa mungkin peringatannya kemarin kurang, lihat saja, dia akan membuat perhitungan di belakang Ethaan tentu saja. Ryandra menghampiri Ethaan, tentu saja. “Ethaan,, kebetulan sekali kita bertemu disini, kamu lagi ngapain di mall?.” Tanya Ryandra, Ethaan menoleh ketika namanya di panggil namun dia tidak menyangka jika ondel ondel keliling yang memanggilnya. “Siapa?.” Tanya Ethaan, Ethaan tentu saja tau jika itu Ryandra, namun Ethaan lebih memilih pura pura tidak tau jika itu Ryandra. “Ethaan kenapa kamu lupa sama aku, kita satu fakultas, bahkan beberapa kali kita satu kelas masa kamu lupa sih sama aku?.” Tanya Ryandra, padahal dalam hatinya sudah geram ingin mencabik cabik Ethaan, bagaimana bisa Ethaan melupakannya, “Sayang, ayo pergi, Mommy bilang kalau dia sudah merindukan mu, bukannya malam ini keluarga kita mengadakan makan malam bersama.” Ucap Ethaan, Cheril yang tidak tau apa apa hanya mengangguk mengiyakan. Mereka berdua aka Ethaan dan Cheril meninggalkan Ryandra di depan counter minuman, sukurin lo, batin Cheril dalam hati, makanya jangan aneh aneh deh jadi orang, tau rasa kan lo.. Sementara Ryandra melihat Ethaan dan Cheril pergi dia mengepalkan kedua tangannya, saat ini mungkin lo bisa milikin Ethaan tapi cepat atau lambat Ethaan akan berpaling padaku, batin Ryandra. *** Raquella masih penasaran siapa Elthan sebenarnya, lalu security kemarin bukannya menolong tapi malah memintanya untuk melupakan kejadian itu, sebenarnya siapa Elthan, atau jangan jangan memang Elthan dari keluarga berpengaruh di Jogja, tapi masa iya sih, dilihat dari baju yang dia kenakan saja seperti anak muda pada umumnya. “Ella, lo kenapa sih ngelamun mulu?.” Tanya Stasia teman kuliah Raquella, Raquella kemarin memuntuskan pulang ke Jakarta dari pada di Jogja, walau sebenarnya dia penasaran dengan Elthan. “Stas, gue kan kemarin liburan ke Jogja, terus, gue ketemu ama cowok gitu di Tamansari, terus ya, kita jalan bareng foto foto bareng, gue ngajak dia makan juga, terus ke Malioboro, nahhh pas gue sama dia di 0km, gue kan mau beli minum dia nunggu di kursi pas gue balik dia udah dibawa pergi sama orang kaya bodyguard gitu, gue kan khawatir pas gue kejar gue di taan security, dia bilang, gue suruh melupakan kejadian ini, tapi gue penasaran tau,,” Jelas Raquella, “Ganteng enggak, orang mana?, kuliah dimana?.” Tanya Stasia. “Ganteng banget malahan, kaya blasteran Indo Amrik, oohhh iya gue baru ingat dia kuliah di Spindler University juga, tapi gue lupa tanya fakultas mana, eehhh gue ada fotonya deng, bentra gue cari dulu,” Raquella membuka galeri ponselnya, dia menemukan fotonya bersama Elthan di Tamansari, Raquella langsung menunjukan fotonya pada Stasia. “Lihat aja siapa tau lo kenal, lo kan suka mengkoleaski foto,,,” Belum selesai Raquella bicara Stasia udah teriak duluan, untuk Dosen belum masuk ke dalam kelas, bsia di keluarin mereka jika berisik. “Astaga,,, mimpi apa gue semalam, seriusan lo jalan sama Elthan, King Kampus ini, waah waahhh,, ini pasti lo edit kan?.” Tanya Stasia masih tidak yakin, bahkan baru kali ini sepertinya Elthan mengencani mahasiswi fakultas IT. “Maksudnya King Kampus?.” Tanya Raquella. “Gini lo Raquella sayang, Elthan ini anak pemilik kampus ini, pewaris utama Timothy Corporate, hanpir semua mahasiswi disini tergila gila pada Elthan dan kembarannya, namanya Ethaan mahasiswa kedokteran, yang di juluki Ice Prince karena sifat dia yang dingin pada perempuan,” Jelas Stasia. “Gue lega, akhirnya gue bisa tau siapa Elthan,” Ucap Raquella. “Makanya jangan pacarana mulu sama drama Korea, sesekali jalan sama cowok,” Balas Stasia. “Kan udah kemarin, sama Elthan lagi,” Ucap Raquella
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN