Twins Lovers
Ethaan sedang berada di rumah sakit menunggu Dewa bersama Mommy, dan Tante Farisa, Zio mengirim video yang membuatnya geram. Begitu juga dengan Kezia, Kezia tentu saja mengenal Zio karena dia teman kedua anaknya, namun saat melihat isi videonya dia langsung melihat Ethaan, tapi sayang anaknya itu sudah tidak ada, Ethaan pasti akan menyingkirkan perempuan yang menggangggu Cheril cepat atau lambat karena Kezia tau jika Ethaan menyukai Cheril.
Ethaan meminta Tio, untuk mencari data penting bahkan mungkin rahasia Ryandra dan keluarganya, bukan hal yang sulit bagi Tio untuk mengurus hal sepele seperti itu, tunggu saja Ryandra setelah kamu membuat perempuan yang aku cintai menderita maka aku juga bisa membuat orang yang kamu sayangi menderita, batin Ethaan dalam hati.
***
Cheril langsng mandi ketika dia sampai di asramanya, beruntung masih ada Mona yang baik hati mau membantunya pulang ke asrama dengan mobil milik Zio.
Cheril membaringkan tubuhnya selesai dia mandi, Mona tadi hanya mengantarnya sampai asrama karena dia ada kuliah jam satu, sebenaranya Cheril ada kuliah juga jam dua namun dia memilih untuk membolos, bukannya apa apa kejadian seperti tadi baru Cheril alami, dia takut jika dia pergi kuliah hari ini maka semuanya akan tambah runyam.
Aggika dan Prisila langsung kembali ke asrama setelah mengetahui jika Cheril menajdi korban bullyan, memang video sudah menyebar di lingkungan mahasiswa tidak lama setelah Cheril di bully namun tidak sampai satu jam semua video ataupun foto di ponsel mahasiswa hilang, sepertinya ada yang sengaja meretas ponsel semua mahasiswa itu.
“Cheril,, lo enggak papa kan?.” Cheril sedang rebahan di tempat tidur pun langsung duduk, dia tidak ingin kedua temannya ini khawatir dengannya.
“Gue baik baik saja, tapi kayaknya gue perlu izin dehhh gue pengen pulang ke rumah dulu,” Ucap Cheril, Cheril bukan ingin mengadu pada kedua orang tuanya namun dia ingin sejenak menghilangkan rasa stressnya.
“Gue anter pulang yukk,, kebetulan mobil gue masih di parkiran.” Prisila menawarkan diri.
“Tapi lo berdua bukannya ada kuliah sampai sore?.” Tanya Cheril.
“Enggak papa, sesekali bolos, kuyyy berangkat,” Prisila menarik tangan Cheril, agar dia bisa bersiap siap.
“Tunggu gue ambil tas dulu,” Cheril memasukan beberapa bukunya, charger, dompet, ponselnya kedalam tas.
Mereka bertiga tiba di rumah Cheril, Anggika dan Prisila langsung kagum dengan taman di halaman depan rumah, bunga bunga di tata rapi, ada kursi taman juga, buat ngeteh atau duduk duduk santai di sore hari.
“Cheril kamu pulang sayang..” Letisha mendengar suara mobil, makanya dia keluar, tidak taunya anaknya pulang.
“Mom, aku bawa teman aku, mereka mau main di rumah boleh enggak?.” Tanya Cheril.
“Ya boleh sayang, perkenalkan saya Letisha, Mommynya Cheril, kebetulan Mommy lagi bikin cake, ayoo kita masuk,” Ajak Letisha pada kedua teman anaknya.
Mereka berempat duduk di gazebo tepi kolam sambil menikmati salad buah, juss mangga, cake, dan camilan yang Letisha buat. Anggika menceritakan kegiatan mereka selama di asrama, makan bertiga, kelaparan bertiga, bahkan rebutan mandi ketika sama sama masuk kuliah pagi.
Tidak terasa waktu sudah semakin sore, Anggika dan prisila ingin kembali ke asrama namun Letisha melarang, karena tidak lama jam makan malam, jadi Letisha meminta mereka berdua untuk makan malam di rumah, tentu saja dengan senang hati kedua teman Cheril itu mengiyakan, kapan lagi makan gratis, apa lagi masakan Letisha sungguh enak.
***
Devan sedang sibuk di perusahaan, Xander sedang ke Jogja karena Pamannya Kezia sedang sakit, namun Tio dan Baim tiba tiba datang kekantornya, sangat tumben sekali.
“Ada apa?,” Tanya Devan, mereka bertiga sudha duduk di sofa dengan secangkir kopi di hadapan mereka,
“Ini,” Tio menyerahkan ponselnya, ada video, awalnya Devan tidak tau maksud Tio, namun setelah di putar video itu, Cheril anaknya menjadi korban bullying di kampusnya.
“Nyonya Kezia menghubungi aku sebelum kita berdua berangkat kesini, segala keputusan di tangan kamu, karena Nyonya tidak ingin egois memutuskan hukuman sepihak bagi orang yang membully Cheril.” Jelas Tio.
“Dia siapa?.” Tanya Devan.
“Ryandra Agnesta Wijaya, anak dari Samuel Wijaya pengusaha pertelevisian, dan beberapa industry lainnya, bukannya dia meminta kerja sama dengan Xander untuk suntikan dana karena di sedang ada masalah dengan kementrian dan serikat kerja gara gara melanggar undang undang ketenagakerjaan, dua bulan yang lalu,” Jelas Baim. Baim tentu saja mengetahui berita berita update dan lama karena itu memang pekerjaannya, menyortir berita, mencari berita negative tentang Xander dan keluarganya lalu menghapusnya tanpa sepengetahuan si pemilik berita.
“Aku ada rencana, dia berani membuat Cheril terluka maka aku juga bisa,” Ucap Devan penuh dengan amarah yang bergejolak di matanya, namun wajah Datar Devanlah yang membuat Tio dan Baim cukup bergelidik ngeri.
***
Ethaan ikut pulang ke Jakarta bersama Elthan, tentu saja untuk mengurus tikus kecil, siapa lagi kalau bukan Ryandra.
Mereka berdua sampai di bandara langsung di sambut pengawal, mobil juga sudah siap di samping pesawat, tentu saja mereka mendapat perlakuan khusus, siapa yang tidak mengenal pengusaha multinasional Xander Frangklin Timothy.
Ethaan langsung bergegas ke kampusnya, tentu saja ke asrama menemui Cheril, namun sesampainya di asrama Cheril ternyata sedang keluar, bodoh harusnya Ethaan mencari tau dulu dimana keberadaan Cheril.
***
Cheril sedang membantu Letisha menyiapkan makan malam, walau hanya menata lauk pauk di meja makan sementara kedua temannya itu sedang mandi di kamar Cheril, Cheril memang tidak bisa memasak sedari kecil Letisha dan Salia yang memanjakan Cheril sehingga untuk urusan masak memasak Cheril nol besar.
“Mom, Daddy belum pulang ya?.” Tanya Cheril, sebentar lagi jam makan malam, tapi Devan belum juga pulang.
“Tadi Daddy bilang udah di jalan, mungkin macet Nak,” Cheril mengangguk anggukan kepalanya.
Benar saja tidak lama Devan datang ke meja makan masih dengan stelan kerjanya, kemeja warna hitam, celana hitam dan jas warba abu abu yang di tentengnya.
“Daddy,,” Cheril langsung memeluk Devan mumpung Dava enggak ada, jadi Cheril bisa manja manja sedikit dengan Devan.
“Sayang, kamu pulang, hemmm,, daddy kangen sama kamu,” Devan mengecup puncak kepala Cheril, membuat Letisha yang berada di belakang mereka berdehem..
“Dad, Mommy sepertinya iri,” Bisik Cheril pada Devan.
“Iya,, Daddy urus Mommy dulu,” Cheril mengangguk, lalu Devan memberikan jas dan tas kerjanya pada Cheril.
Devan berjalan menghampiri istrinya, Devan langsung menarik Letisha dalam pelukannya.
“Jangan cemburu, kamu sudah mendapatkan tiap hari kecupan cinta drai ku, sementara anak manja itu jarang sekali, ok,,, nanti kita lanjut di kamar,” Bisik Devan pada Letisha, membuat Letisha langsung blushing.
“Devan, kamu,,” Letisha menghentikan ucapannya ketika Devan mengecup bibirnya,
“Aku mandi dulu istriku,” Devan melangkah meninggalkan Letisha, sementara Cheril hanya mampu tersenyum kecil melihat tingkah Mommynya yang malu malu ketika di gombalin Daddynya, memang pasangan bucin dari dulu hingga sekarang enggak hilang hilang.
Setelah Devan selesai mandi, dia langsung menyusul ke meja makan, ternyata ada dua tamu malam ini, sepertinya teman Cheril.
“Dad,, kenalkan ini Anggika, dan Prisila, temen Cheril di asrama,” Devan mengangguk,
“Malam Om, saya Anggika dan ini Prisila,” Ucap Anggika.
“Malam juga Nak Anggika Nak Prisila,” Sambung Devan.
“Mana Dava?,” Tanya Devan pada Letisha,
“Biasa les bahasa mandarin, paling setengah delapan baru pulang,” Devan mengangguk,
“Ayo kita makan, kalian berdua jangan sungkan makan disini, nambah juga boleh kok,” Devan memberikan piringnya pada Letisha, tentu saja Letisha langsung mengambilkan nasi dan lauk pauknya.
Cheril tentu saja langsung ikutan mengambil nasi dan lauk pauknya, begitu juga dengan kedua temannya.
Selesai makan malam, kedua teman Cheril pamit kembali ke asrama, Letisha memberikan bingkisan untuk mereka berdua, cake dan pudding.
***
Ethaan belum kembali ke mansion kedua orang tuanya, dia lebih memilih untuk pergi ke KEN’S tentu saja untuk merencanakan kejutan besar untuk Ryandra. Tio sudah memberi tau siapa Ryandra, keluarganya, bahkan rahasia yang di tutupi keluarga Ryandra pun Ethaan sudah tau.
Ethaan awalnya cuek dengan Ryandra, memang beberapa kali Ethaan mendengar jika Ryandra melakukan bullying terhadap mahasiswi yang dekat padanya, Ethaan bahkan tau Ryandra mengikutinya masuk ke fakultas kedokteran hanya untuk dekat dengannya, namun Ethaan memang tidak menyukainya, maka seberapa kerasnya Ryandra mengejar Ethaan, Ethaan tentu tidak akan menoleh sedikitpun pada Ryandra.
“Tuan Ethaan semuanya sudah siap, apa anda yakin jika semuanya akan berjalan dengan lancar?.” Tanya Tio pada Ethaan.
“Semuanya akan berjalan dengan lancar, bagaimana dengan Om Devan, apa yang dia rencanakan?.” Tanya Ethaan, Ethaan memang tau jika Kezia menyuruh Tio untuk bicara pada Devan tentang bullying tadi siang.
“Hampir sama dengan yang Tuan Ethaan rencanakan.” Ethaan mengangguk.
“Pastikan mereka hanya tertuju pada Timothy Corporate, setelahnya kita yang akan bertindak.” Tio mengangguk, Ethaan memang sama seperti Kezia saat muda, terlihat tenang namun menyimpan api yang siap membakar kapan saja.
“Tio, minta agen wanita untuk mengawasi Cheril di asrama dan di fakultasnya, dan juga minta seseorang untuk mengawasi Ryandra, aku tidak mau kecolongan lagi.
“Baik Tuan Ethaan, saya akan melaksanakannya,” Ucap Tio, dia lalu undur diri dari ruang kerja Ethaan.