Perlahan Adi membuka celana dalam Erni yg sekarang berada di depan wajahnya. Erni agak mengangkat pinggulnya supaya Adi lebih leluasa melepaskan penutup terakhir bagian tubuhnya itu. Kini kedua tubuh mereka sudah tak dilapisi sehelai benang pun. Adi dengan buasnya mencocol dan menjilati gundukan v****a yg menggunung. Erni agak kewalahan menghadapi permainan Adi yg semakin membuat dirinya terbuai dalam gairah birahi yg tak dapat di bendung. Sehingga Erni mengalami o*****e lagi untuk kedua kalinya. Tubuhnya kembali mengejang serta mengejan, nafasnya tersengal kembali erangan panjang keluar dari mulut Erni. Haaaa.aaaa.aaah...... enak sekali sayyaaaangh...h.h.h... seiring menyemburnya cairan kental dan hangat dari dalam liang sorgawinya menyirami wajah Adi yg berada tepat di bawahnya.... Seketika kemudian tubuh Erni lemas tak berdaya diatas tubuh Adi, tubuh bagian bawahnya menempel ketat di wajah Adi. Pahanya menjepit kuat kepala Adi dari dua sisi. Tangannya sudah dari tadi terlepas dari p***s Adi begitu juga kulumannya di batang p***s Adi saat dia akan mengalami o*****e. Erni masih tengkurap diatas tubuh kekar suaminya itu sambil menikmati sisa sisa o*****e nya yg dahsyat.adi membelai lembut punggung halus istrinya itu seakan memberi kesempatan untuk Erni menenangkan diri. Tidak berapa lama kemudian Erni tergolek ke samping kemudian memutar badannya dan tidur sejajar dengan Adi. E...mmmuuuuaaaachh..... Makasi ya suami ku, kamu hebat" bisik Erni sembari mencium pipi Adi dengan mesranya. Adipun mengangguk sambil tersenyum serta membelai rambut panjang Erni yg terurai acak acakan. Sayang, apakamu masih mau lanjut atau kita istirahat dulu aku lihat kamu agak kelelahan ucap Adi pada istrinya. Adi sangat kasihan pada istrinya di nampak sangat letih karena seharian ini mendampinginya di pelaminan apalagi setelah dua kali mengalami o*****e. Adi tidak mau egois untuk melanjutkan keinginannya saat malam pertama ini. Dia khawatir pada kesehatan wanita yg sangat dicintainya itu kalAu seandainya dia bersikeras melanjutkan malam pertama mereka. Engga kok sayang aku belum capek, aku masih mau apalagi untuk melayani suamiku yg tersayang ini apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan kita"Ucap Erni manja. Wanita cantik itu nampak kelelahan keringat sudah membasahi sekujur tubuh nya yg kuning Langsat itu. Meski mulutnya bisa bilang belum capek namun Adi sangat tau kalau istrinya itu sudah kelelahan. Adi memeluk tubuh telanjang istrinya itu yg berada di samping nya, Erni juga balas memeluk Adi dengan manja. Ada sekitar setengah jam mereka berpelukan begitu mesranya. Erni yg sudah pulih tenaganya kembali mencium bibir suaminya, Adi yg sangat mengerti kemauan istri saat itu yg ingin melanjutkan pergulatan mereka yg tadi terhenti beberapa saat. Adipun kemudian kembali menggerayangi tubuh sintal istrinya itu. Begitupun Erni tangannya kembali meraih senjata kebanggan suaminya tersebut. Dengan pelan Erni membelai dan mengurut benda pusaka tersebut yg tadinya sempat mengendur namun saat tidak ereksi saja ukurannya sudah gemuk apalagi kalau sudah bangun pasti ukurannya bertambah besar seperti yg dia rasakan saat ini. Sekarang p***s Adi sudah kokoh berdiri mencuat keatas. Gairah mereka sekarang sudah membara lagi. Erni sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk memulai ke permainan utama. Kemudian dia meraih tubuh Adi untuk naik ke atas tubuhnya. Adi menurut saja apa yg diinginkan Erni sekarang. Kedua lutut Erni sudah di teluknya pahanya melebar, sepertinya dia sudah siap untuk di eksekusi oleh Adi. Adi kemudia menempatkan diri diantara paha Erni dengan posisi duduk bersimpuh. Erni yg sudah tidak sabar lagi merengek meminta Adi untuk memulainya. Sa.ayaangh...hhh ayoook.... Jangan permainkan aku lagi... Lakukanlah sayang... Aku sudah milikmu sekarang... apa kamu tidak kasihan padaku... ayoook ... Rengekan Erni di sela birahinya yg mulai memuncak. Ketika Adi hanya menggosok gosok kan kepala Junior nya itu di sepanjang alur garis tengah kewanitaan Erni yg sudah berlendir lagi, yg terkadang menyentuh pintu masuknya namun adi belum mau memesukkannya. Pinggul Erni bergerak gerak liar mengikuti arah kepala p***s Adi, yg bermain di m***k tembemnya itunseolah mempermainkan birahi erni. Erni yg sudah naik birahinya sampai ubun ubun kemudian menarik tubuh Adi untuk menindih tubuhnya lalu erni meraih kejantanan dan mengarahkannya kedepan pintu mahkota kebanggaannya itu. Kemudian dengan sigap kedua kakinya melingkar di p****t Adi dan menekan dari belakang seolah meminta adi untuk penetrasi pertama. Adi merasakan kepala penisnya itu mulai menyeruak masuk lobang sempit, rasanya hangat dan lembut di kepala juniornya. Perlahan namun pasti sedikit demi sedikit batang p***s Adi mulai terbenam dalam m***k tembem Erni yg sudah berlendir itu sebagai pelumas. Erni mengernyitkan keningnya saat benda kenyal dan kokoh menyeruak masuk itu terasa seolah membelah tubuh bagian bawahnya. Ada rasa nyeri dan nikmat sekaligus yg Erni rasakan saat itu, bibir bawahnya dia gigit pelan. Sayang.. pelan pelan yaaahhh... Saki.i.i.it sayang... Tapi enaaaak...kkh.h.h.h..."Erangan Erni saat Adi mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur dengan pelan. Karena liang m***k Erni masih sempit dan agak seret menjepit ketat batang kejantanannya. Sedikit demi sedikit batang p***s Adi merangsek masuk lebih dalam lagi. Namun tiba-tiba setelah hampir setengahnya masuk terasa ada selaput tipis yg menghalangi di ujung p***s Adi. Itulah selaput dara Erni yg selama ini yg sebenarnya masih utuh. Jadi benar saja kalau selama ini Erni masih perawan meskipun pernah menikah dan hidup bersama mendiang suaminya selama beberapa tahun. Adi merasakan kebahagiaan teramat sangat setelah mengetahui keadaan Erni yg sesungguhnya. Baginya ini adalah kado terindah yg pernah dia dapatkan yaitu keperawanan dari istri yg sangat di cintanya itu. Aaaaw.... Saki.i.i.i.t sayang.... Pelan pelan aja ya punyaku nyeri sayangh.h.h" erang Erni saat Adi mulai membenamkan penisnya agak kuat kedalam liang memeknya itu. Bibir m***k Erni yg tembem itu ikut tertarik kedalam saat Adi menggenjot tubuhnya. Sejenak Adi menghentikan genjotannya. Dia membiarkan m***k Erni agak terbiasa menerima kehadiran penisnya didalam serta memberi Erni sedikit waktu untuk menghilangkan rasa nyerinya. Tapi secara tiba-tiba malah ernilah yg menekan pantatnya dengan kedua tangan dan juga jepitan kakinya di paha belakang Adi. Dan sreee..e.e.e.etttttt terasa kepala p***s Adi merobek sesuatu didalam m***k Erni sehingga Erni menjerit kesakitan, terlihat air matanya menetes di sela kelopak matanya yg terpejam menahan rasa sakit. Aaaauuu...u.u.u.u saakkiiiiiit.t.t.t. ssssssss... Erang Erni saat batang k*********a Adi merobek selaput daranya dan sudah jauh masuk terbenam dalam liang memeknya yg menjepit ketat itu tanpa ada halangan lagi. Adi merasakan batang penisnya terjepit ketat dalam m***k Erni. Kemudian untuk menenangkan Erni Adi mengecup kening serta membelai rambut panjang istrinya itu. Sayang,kok kamu nangis? kalau masih sakit kenapa di paksain sayang kan besok masih banyak waktu untuk kita melakukannya" ucap Adi sembari menyeka air mata dan keringat dari wajah cantik istrinya itu dengan telapak tangannya dengan penuh kasih sayang. Mendengar ucapan suaminya Erni tersenyum sambil membuka kedua matanya yg sebelumnya terpejam lalu dia memandangi wajah suaminya itu dari dekat. Sayang... Aku ga apa apa kok, aku bukannya menangis sayang aku terharu sarta bahagia karena telah berhasil mempersembahkan mahkotaku yg paling berharga untuk suamiku yg sangat aku cintai yaitu dirimu sayang, sabagai kado malam pertama kita dariku untuk mu sayang. meskipun agak sakit tapi aku rela kok sayang aku mau melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri terhadap suaminya, ayok sayang kita lanjutin aku juga pengen... Tapi pelan pelan aja dulu yah..h.h" ucap Erni manja. Terima kasih ya sayang , aku juga demikian sayang ini adalah yg pertama aku lakukan jadi salama ini aku juga masih perjaka sayang kamulah wanita pertama yg melakukan ini denganku jadi ini juga adalah kado dariku untukmu sayang, ucap Adi terharu mendengar kata-kata istri nya barusan.
Bersambung ke part 11