“Ma,” panggil Jo dengan suara rendah berhasil menginterupsi pembicaraan super seru antara Mama Jo dan perempuan bernama Lana. “Eh, ternyata Aya sudah datang!” sambut Mama Jo dengan wajah cerah. Tangan wanita itu terbuka lebar, pertanda ingin memberikan pelukan yang langsung kusambut dengan hangat. “Apa kabar, sayang?” tanyanya dengan lembut. Aku tersenyum gugup. Asal kalian tahu, sekarang aku tengah menjadi pusat perhatian satu keluarga Jo ditambah seorang perempuan yang anggunnya bukan main. Bagaimana bisa aku tidak gugup. “Baik, Ma,” jawabku setenang mungkin. Mama Jo memegang punggungku, memberi dorongan pelan agar aku menoleh pada arah yang diinginkannya. “Lihat, Ren. Kamu nggak percaya banget kalau kakakmu itu udah punya pacar,” ucap Mama Jo dengan penuh kemenangan pada seorang cowo

