43. drama balas budi

1395 Kata

Udara segar tanpa aroma obat-obatan tak bosan kuhirup sedari tadi. Padahal, baru satu hari aku tak menghirup aroma udara yang bisanya aku umpati karena bau asap, tapi rasanya sudah seperti puluhan tahun. “Eh, kok jendelanya dinaikin sih, Jo?” protes ku lantaran cowok yang kini sedang mengemudikan mobil itu lagi-lagi menaikkan jendelanya, membuat udara yang masuk menipis drastis. “Banyak angin, Ya,” jawab Jo yang masih sama seperti jawaban-jawaban sebelumnya. Cih, dasar tidak kreatif! “Ya karena itu aku mau buka jendelanya, Jo. Biar udara segarnya masuk, hidung gue kering nih gara-gara dari semalam hirup udara AC mulu.” Aku melihat Jo dengan alis yang menukik tajam. “Itu kan jendelanya masih ada yang kebuka sedikit. Anginnya masih bisa masuk,” jawab Jo lagi yang masih keukeh pada pendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN