Chapter 14 — Bantuan dari teman sekamar Riria terbaring tak berdaya di tempat tidurnya, tubuhnya terikat erat oleh tali merah dan tersumpal oleh kain putih yang membungkamnya. Selimut menutupi sebagian besar tubuhnya, jas putih dan masker menyamarkan ikatan serta sumpalan itu dari pandangan sekilas. Namun, di balik penyamaran itu, ia adalah tawanan, terperangkap dalam permintaan aneh Aira. Setiap serat tali terasa menekan kulitnya, mengingatkannya akan kekalahan dan rasa malu yang baru saja ia alami. Keheningan kamar asrama yang biasanya nyaman kini terasa mencekik. Riria mencoba menggeser-geser tubuhnya, sebuah upaya putus asa untuk mencari cara melepaskan ikatannya. Ia memutar pinggulnya, mencoba menggeser bahunya, namun setiap gerakan hanya mempererat tali, membuat gesekan yang tidak

