CHAPTER 13

2892 Kata

Chapter 13 — Permintaan Aira Peluit telah berbunyi, mengakhiri tes renang, namun meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Riria berdiri di tepi kolam, tubuhnya masih basah oleh air kaporit, sedikit memerah karena rasa malu dan amarah yang bercampur aduk, menciptakan sensasi panas di kulitnya yang dingin. Pikirannya kalut, berputar-putar memikirkan taruhan yang baru saja ia kalahkan—sebuah kekalahan yang terasa begitu pahit karena siasat licik Aira—dan bisikan misterius yang menyuruhnya ke halaman belakang sekolah. Ekspresinya menunjukkan ia sedang tenggelam dalam lamunan, memikirkan apa sebenarnya 'permintaan' yang akan Aira ajukan dan mengapa hal itu harus dilakukan di tempat terpencil seperti halaman belakang sekolah. Ia merasa terjebak, sebuah perasaan yang tidak disukain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN