terima atau gugurkan

989 Kata
"gak gak mungkin ini pasti salah." Syok sangat syok yang dirasakan gadis itu karna melihat hasil dari tespeknya yang menunjukkan garis dua. "G-gue harus coba sekali lagi." Gadis itu bangkit dari posisi duduk di kamar mandi dan bergegas menuju nakas kamarnya dan mengambil tespek yang sisa satu.karna kemareb dia membeli dua. 15 menit kemudian "Ahhhhhhhhhkkkkkkk,,,,gue gak mau gue gak mau hamil"frustasi dan bingung karna melihat hasil tetap garis dua. "Gue gak mau" "b******k cwo baj*ngan itu,awas lo,gue sumpah lo bakal gk nikah selamanya" "Hiks hiks " "Apa salah gue,,apa,, kenapa allah kasih gue cobaan sebegini nya belum cukupkah gue tinggal di dunia ini sendirian." "Kenapa" "Kenapa ya Allah " "Gue gak tau mau Nerima dia atau enggak " " Gue bingung." Sangking bingung marah kesal dan juga capek karna dia selalu kena masalah setelah kejadian beberapa tahun lalu.di tambah sekarang malah di kasih Allah janin di perutnya yang dia gak tau apakah langkah yang akan dia ambil selanjutnya. "Bismmilah ya Allah"sambil mengusap perut nya yang masih rata karena dia juga tidak tau sudah beberapa Minggu kehamilan nya. Setelah merasa sudah mulai tenang,gadis itu berjalan perlahan menuju kasur.dan merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar.dan tanpa sadar tangannnya mengelus perutnya. "Apakah gue harus mempertahankan kamu.?" Tanya nya kepada janin yang dia kandung. Tanpa sadar alam tidur nya perlahan menguasai tubuh dan juga raganya.dan gadis itu tertidur di pagi hari yang seharusnya hari itu dia isi dengan aktivitas yang biasa dia lakukan tapi karna kejadian tadi pagi dimana dia mengetahui kalau ada janin di perut nya.dan mungkin kelelahan dan pusing yang mengakibatkan dia tertidur lagi di pagi hari. ??? Di siang hari dimana waktu sudah menunjukkan pukul 13.23 bangun lah gadis itu karna dirinya merasa lapar dan dia pun teringat akan kenyataan yang dia dapati tadi pagi. Dan dengan posisi masih tiduran dia mengusap pelan perutnya sambil membayangkan bagaimana nasibnya kedepannya.dan kalau dia sendiri dia tidak masalah tapi sekarang dia tidak sendiri karna ada janin yang menemaninya. "Apapun halang rintang gue harus bisa tetap menjaga nya dan menyayangi nya.karna dia sekarang gue gak sandiri lagi."gumam nya sambil berusaha tersenyum terus mengusap perutnya. Ya,gadis itu memutuskan untuk tetap mempertahankan janinnya dan berusaha yang terbaik untuk calon anaknya apapun resiko dia akan hadapi, meskipun agak ragu karna dia tau betapa kerasnya dunia apa lagi dua hamil di luar nikah dan juga masih sekolah untungnya dia tinggal melaksanakan ujian dan setelah itu dia lulus sekolah. "Krukkkk" "Ish lapar lagi, tapi gue males makan." "Yuk bisa inget di perut gue ada anak yang harus gue perjuangkan." "Masak apa ya." Gadis itu berjalan menuju dapur dan melihat apa yang bisa dia makan. "Yah tinggal mie instan doang,gak papa deh ini aja cukup untuk sekarang." Memasak mie instan yang masih sisa satu.dia lupa kalau belum belanja kemaren. "Gak papa ya sayang kita makan ini dulu,, setelah itu kita belanja ya sayang." "Hufh" "Bismmilah gue bisa." Gadis itu terus mengemangati dirinya. Setelah selesai makan dia terus membereskan bekas dia makan dan peralatan masak yang dia gunakan ketika memasak mie instan tadi. "Hufh, akhirnya selesai juga, kok capek banget ya,apa karna efek hamil?klo iya berarti beberapa hari ini gue mual setiap pagi karna dia dong."mengusap perutnya dengan posisi masih berdiri di dekat meja makan. "Gue harus kuat dan untuk beberapa hari lagi pasti setiap pagi akan muntah terus". "Dah sekarang lebih baik gue pergi belanja aja dulu mumpung masih sempat,klo enggak nanti malam gue gak bisa makan lagi karna gak ada bahan masakan." Bergegas bersiap dan menuju ke supermarket terdekat untuk membeli perlengkapan nya. "Gue harus beli sayur dan buah yang bnyak nih,biar janin aku sehat." "Apa gue beli s**u hamil ya,, tapi gue takut ada yang tau gue beli s**u lagi." Dengan bimbang gadis itu melihat rak di mana persusuan berada. "Semoga gak ada yang tau deh"dengan penuh waspada dia menghampiri rak s**u dan mengambil dua kotak s**u rasa cokelat, karna dia merasa mual kalau mencium bau s**u vanila. Setelah selesai berbelanja dia pun pulang dan langsung merapikan belanjaan nya. "Hufh akhirnya selesai juga sekarang udah jam 16.39 gue mandi dulu aja,kan gak baik klo nya hamil mandi magrib."dan bergegas masuk ke kamar dan mandi setelah selesai mandi dia pun sholat asar meskipun waktunya mepet. "Halo anak mami kamu jangan nakal ya, dan harus kuat sama mami kita berjuang bersama ya sayang untuk melawan kerasnya dunia ini." "Mami udah mutusin untuk merawat kamu dan menerima kamu sayang jadi kamu juga harus bisa kuat ya untuk mami." Gadis itu posisi nya selonjoran di atas sajadah karna habis melaksanakan shalat dan menunggu waktu sholat Maghrib tiba karna waktunya sebentar lagi. ???? Nama gue alya Azizah umur gue baru menginjak 18 tahun dan sekarang gue masih duduk di bangku SMA kelas XII dan sebentar lagi melaksanakan ujian. Gue hidup sendiri di dunia ini di karenakan kedua orang tua gue sudah meninggal beberapa tahun lalu karna kecelakaan motor.untuk melanjutkan hidup gue kerja di kafe setelah pulang sekolah dan sampe jam 9 malam. Dan entah apa salah gue di masa lalu tiba-tiba gue harus merasakan hidup sendiri di dunia ini dan gue harus merasakan kelamnya malam dimana sejak saat itu kehidupan gue berubah 180 derajat.dan karna kejadian itu gue harus mengandung anak di umur gue yang sekarang dan gue harus menerima nya karna gue masih takut akan dosa. Sudah cukup gue melakukan dosa di malam itu meskipun di bawah pengaruh obat perangsang. Gue gak mau menambah dosa, gue juga gak mau anak yang gue kandung merasakan sakit hati karna kehadiran nya tidak gue harapkan dengan cara menggugurkan nya. Apapun halang rintang gue akan berusaha menjaga dia dan akan berusaha menyayangi nya. Meskipun gue tau akan banyak masalah di kemudian hari dan mau tak mau suka gak suka gue harus siap untuk anak ini. Gue berdoa semoga gue tabah dan gue bisa mengurusnya nanti sampe dia besar.gue harus bisa. Ya kalo kalian tanya bagaimana nasibnya kedepannya dan jawabannya dia juga gak tau harus apa.alya cuma bisa pasrah dan berdoa semoga kebaikan selalu menghampiri dia dan anaknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN