Cinta itu seperti Bahasa yang bisa didengar semua orang, akan tetapi tak semua orang pula yang mampu mengartikan makna dari satu kata itu. Para Pujangga, mengalu-alukan cinta. Beberapa orang lagi, begitu membenci perasan yang kerap menoreh luka di hati mereka. Pada akhirnya, kau tak pernah bisa sepaham dengan orang lain dalam mengartikan cinta. Seminggu telah berlalu dari acara makan siang bersama mereka. Kini, Tian membuktikan semua perkataan yang diucapkannya pada Cantika. Pria itu selalu mengirimkan bunga di pagi hari ke butik Cantika dan ketika jam makan siang datang, Tian pun muncul dengan membawa makanan yang dimasak tadi pagi sebelum berangkat ke kantor atau menarik perempuan itu untuk pergi makan di luar. Saat pria itu sibuk, maka Tian akan memesan makanan melalui layanan online d

