Ekspresi wajah Lily langsung memerah merona sampai ditelinganya yang ikut memerah. Suara ketukan pintu dengan reflek Lily mendorong tubuh Alex yang berjarak satu cm itu agar memberi spasi dari hadapannya tapi Alex tetap diam ditempat. Lalu, Alex dengan santainya mengacak rambut Lily yang masih basah. "Kamu ganti pakaian dulu, aku saja yang membukakan pintu. Untuk saat ini pakaian yang aku suruh suruh beli oleh Uli masih ditempat Mall dan dalam proses mengantar barang. Jadi, pakailah pakaian yang seadanya didalam lemari pakaianku. Cari kemeja saja yang cocok untuk bajumu tinggal disini.” Jelas Alex panjang lebar pada Lily. Lily menatap kedua bola mata malas pada Alex yang selalu saja membuat dirinya merasa susah atas keinginannya. Ia baru ingat dengan nama Uli itu merupakan kepala pel

