Symphony-86

1122 Kata

Lama mereka berdua terdiam dalam keheningan setelah Sagara mencurahkan isi hatinya. Baru ini Syfo melihat Sagara berani berkata tidak dan menolak keinginan orang lain. Dia tidak segan menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja saat ini. Ekspresinya sangat menunjukkan bahwa sang pemilik wajah kini sedang dilanda keresahan.  Syfo menarik tangan Sagara dan membawa pemuda itu ke dalam dekapan hangatnya. Sagara tidak menolak pelukan Syfo. Namun ada yang berbunyi seperti patahan ranting dalam hati Syfo ketika Sagara tidak membalas pelukannya. Kedua tangan laki-laki itu tergantung di samping kanan dan kiri tubuhnya. Dan tidak lama kemudian Sagara menarik dirinya dari pelukan Syfo.  “Kamu mau berangkat kerja. Nanti setelan kamu kusut,” ujar Sagara sembari mengulas senyum tipis di waja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN