Bab 78

1866 Kata

Zeline mengernyitkan dahinya ketika melihat namanya terpampang di layar ponsel sebagai penelepon. Tentu saja Zeline tidak sedang menghubungi dirinya sendiri, tapi panggilan itu dari Kinara. Tanpa berpikir terlalu lama, Zeline segera mengangkatnya lalu ia berjalan ke halaman depan dan terus melanjutkan langkahnya hingga ke gang kecil menuju ke jalan raya. “Ya, Kinara. Ada apa?” Setelah memastikan jika keadaan di sekitarnya sudah aman karena saat ini sudah hampir malam dan sangat jarang ada orang yang berjalan ke gang sempir tersebut, Zeline baru berani membuka suara. “Geraldo sudah mengetahui semuanya.” Kalimat tersebut membuat Zeline mengernyitkan dahinya. Geraldo? Bagaimana bisa? Zeline memang tidak pernah terlalu dekat dengan Geraldo selama ini, mereka hanya teman seagensi yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN