Zeline masih menatap seorang wanita cantik bertubuh proporsional yang berdiri di hadapannya. Di tangan kanan perempuan itu terdapat sebuah ponsel yang menampilkan sebuah rekaman histori rekaman suara yang tentunya ia ambil beberapa saat yang lalu. Wajah Zeline langsung pucat ketika menyadari jika… jika perempuan itu adalah Ayuka. Astaga, sejak kapan dia kembali ke Singapura? “Apa yang kamu lakukan di rumah ini?!” Kinara yang pertama kali sadar dari keterkejutan, perempuan itu memekik dan membentak Ayuka yang sedang berdiri sambil tersenyum menyebalkan. “Kenapa para pelayan di rumah ini selalu membiarkan dia masuk?” Kinara menggerutu dengan pelan sambil menatap Zeline yang masih belum bisa menetralisir ekspresinya. Seingat Zeline, Ayuka memang sering datang ke rumahnya, tapi biasan

