"Bayi Nyonya Rina tidak dapat kami selamatkan!" Perawat tampak menyesal. Bi Nur terkejut mendengarnya begitupun Reiner yang berdiri tak jauh di belakang wanita paruh baya di depannya. "Suster apa yang saya dengar salah kan?!"Bi Nur masih tidak percaya. Hampir saja dia kehilangan kesadaran, dengan cepat Reiner menahan wanita paruh baya itu dan membawanya duduk di kursi tunggu. "Tuan.." Bi Nur mengenal pria dihadapannya. Reiner juga sama syoknya dengan Bi Nur. "Apa yang harus saya katakan pada Tuan Al?" Gumam Bi Nur. Reiner tidak mempedulikan pria tidak bertanggung jawab itu, dia juga justru mengkhawatirkan kondisi Rina saat ini. "Kemana sebenarnya suami Rina dan keluarganya Bi?" Tanya Reiner penasaran. Bi Nur juga bingung harus menjawab apa. Di situasi seperti ini ia juga tidak men

