Rina terbangun. Dilihatnya seorang laki-laki yang tidak asing tertidur di sofa tak jauh dari tempatnya. "Reiner.. Kenapa dia bisa ada di sini?" Batin Rina. Rina melihat ruangan sekelilingnya. Ia mulai merasakan sakit di bagian perutnya. Tiba-tiba ia meneteskan air matanya mengingat apa yang terjadi sebelumnya. "Anakku.. Maafkan Ibu sayang.." Batin Rina. Reiner menggeliat. Untuk beberapa saat ia lupa bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit. Reiner membuka matanya, melihat ke sekelilingnya. Pandangannya terhenti kala melihat wanita yang sangat ia rindukan. "Rina.. Kamu sudah bangun?" Reiner menghampiri Rina, refleks ia memegang tangan wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu. Sekuat tenaga Rina menarik tangannya. Ia tak cukup kuat untuk sekedar bertanya kenapa Reiner

