Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan Pak Lurah, kenapa secepat ini ia berubah. Tak ada lagi rasa melindungi seperti saat sebelumnya. Bagaimana mungkin aku bisa hidup dengan keadaan seperti ini terus, apalagi sekarang ditambah dengan sikap suami sirri-ku yang begitu kasar. Bukankah tadi pagi ia berkata akan membawaku pada orang pintar? Ingin agar aku segera sembuh dan menemukan siapa dalang di balik kesakitan yang kualami? Nyatanya sekarang berbeda. Bahkan, ia begitu tega menelantarkanku dalam keadaan seperti ini. Kembali aku terisak sendiri. Menahan sakit pada punggung tangan yang sempat tergores pecahan kaca gelas. Darah mulai mengering dan kaku. Membuatnya semakin terasa perih. Aku menoleh ke sekitar kamar, tak ada sesuatu pun yang bisa digunakan untuk mengobati.

