Cari Tahu

1221 Kata

Kejadian sebelum di rumah Narsih. Bu Lurah yang masih merangkul Mina di sampingnya, tetiba melepaskannya dan memutar bola mata ke atas, seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia mendekatkan tubuhnya pada meja, dan menopang sikutnya di sana. Kepalanya maju menatap si dukun sembari jemarinya menopang dagu lancipnya. “Mbah, saya ada rencana baru. Ini untuk suamiku, bukan menyakiti atau mengirim sesuatu padanya. Hanya saja, aku ingin ia menjadi sedikit kasar pada Narsih. Biarkan ia kehilangan rasa sayangnya selama ini. Tapi, jangan buat ia meninggalkan Narsih. Bisakah?” Kini jari-jari yang menopang dagu itu berubah posisi mengatup, memohon pada lelaki tua yang masih santai dalam kopi hitamnya. “Demi bayi yang ada dalam kandunganku, Mbah. Tolong!” Ia menunduk, berharap sang dukun berbelas m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN