Ding Yuxi memerintahkan semua adik-adik seperguruan mengambil masing-masing pedang yang terbuat dari kayu di tempat peletakan pedang-pedang. Masing-masing murid secara bergantian dipanggil namanya. Kini giliran Long Feiye yang dipanggil. Long Feiye berjalan mengambil pedang kayu.
Ini pedangnya kenapa berat sekali? batin pria tampan yang belum bisa berkultivasi. Dia keberatan dan kesusahan saat mengambil pedang dari tempatnya.
"Cih, ambil pedang aja tak bisa," ejek salah seorang murid laki-laki dengan tatapan yang remeh.
Setelah berusaha akhirnya Long Feiye bisa membawanya walaupun dengan susah payah.
"Song Lianyu," panggil gege Ding Yuxi.
Song Lianyu berjalan untuk menarik pedang dari tempatnya diletakkan.
Pedang ini terbuat dari apa? Kenapa aku seperti membawa sepuluh pedang sekaligus? pikir Song Lianyu saat mengangkat pedang kayu.
Dengan terberot-berot gadis itu membawa pedang untuk kembali ke tempatnya berdiri semula.
"Shiyi, apa kau tak merasa keberatan?" tanya Lianyu menoleh pada Shiyi yang berdiri tepat di sebelah nya sambil memegangi pedangnya.
"Berat, tapi aku berusaha untuk membawanya," sahut Han Shiyi.
Semua murid telah mengambil pedang masing-masing. Gege Ding Yuxi berdiri di hadapan semua murid baru.
"Aku akan mempraktekkannya, perhatikan baik-baik," ujar Ding Yuxi.
Yuxi meletakkan pedang miliknya di atas lantai. Ding Yuxi tangannya diposisikan terbuka. Tangan sebelah kanan membentuk kata mantra sihir. Setelah itu tangannya posisi seperti menembak diarahkan ke pedang kayu. Pedang kayu tersebut melayang-layang.
"Wah, pedangnya bisa melayang," ujar Song Lianyu pelan.