Song Lianyu mengambil busur dan anak panah miliknya. Dia memfokuskan diri dan postur tubuh yang sesuai. Matanya menatap papan target, lalu tangannya perlahan-lahan menarik tali busur sehingga terlepas. Dan jleb anak panah melesat dan tepat mengenai sasaran.
"Wah, kau hebat sekali Lianyu! Kau bisa mengenainya dengan tepat sasaran," puji Han Shiyi menatap dengan kagum.
"Kau belum melihat Lianyu saat menyerang si belang," sahut Long Feiye dengan nada bangga.
"Terima kasih atas pujiannya Shiyi dan juga Feiye. Aku jadi malu," jawab Song Lianyu dengan wajah malu-malu.
Ah, dia tampak begitu menggemaskan saat malu-malu begitu, ucap Long Feiye dalam hati. Pria tampan itu ikut tersenyum. Tanpa sadar jantungnya berdegup kencang. Tatapan matanya hanya fokus pada Song Lianyu.
Melihat peristiwa itu pun Han Shiyi menyadari jika Feiye tanpa sadar telah menjatuhkan hatinya pada Lianyu.
Selang beberapa saat kemudian seorang guru datang dengan memakai kekuatan spiritual. Han Shiyi memberikan hormat pada sang guru sehingga membuat Feiye juga terbangun dari lamunannya. Feiye memberikan hormat dengan diikuti Lianyu juga.
"Berdirilah kembali!" sahut guru Bai. Ketiga orang itu berdiri kembali setelah diperbolehkan.
"Kenalkan namamu dan asalmu, Nak sebelum mengikuti ujian seleksi," pinta guru Bai memberikan kode melalui tangannya.
"Namaku Song Lianyu, aku berasal dari kota Ban Hua. Aku baru datang ke kota Qifeng dua hari yang lalu," ujarnya dengan singkat.
"Kalian berdua juga ikut menyaksikan proses seleksi Nona Song? Apakah kalian berteman?" tanya guru Bai dengan penasaran. Karena biasanya jika murid lain mereka hanya melihat dari jarak yang jauh tak sampai masuk ke dalam ruangan.