Chapter 11 - Dukungan Semangat

406 Kata
Song Lianyu menunggu dengan jantung yang berdetak kencang di dalam ruangan dengan ditemani Han Shiyi di sampingnya. "Lianyu, kau gugup?" tanya Han Shiyi menatap gadis yang duduk di sebelahnya. Lianyu memang sedang gugup dan juga takut, takut tidak diterima di sekte Bunga Salju. Terutama biaya pendaftaran yang dibayarkan cukup mahal. Dan uang itu pun dipinjam dari Han Shiyi. Alangkah ruginya kalau dia tidak lulus, pikir Song Lianyu dalam hati. "Kau harus tenang Lianyu! Lakukanlah yang terbaik yang kau bisa!" ujar Han Shiyi memberikan semangat dengan senyuman di wajahnya yang membuat orang paling tidak merasakan kenyamanan. Song Lianyu mengangguk. "Aku mengerti!" jawabnya berusaha untuk tersenyum. "Lianyu, kau harus yakin pasti bisa!" sahut Long Feiye dari belakang yang membuat Lianyu menoleh dan mendapati ada Long Feiye dan juga Bai Quan. Lianyu mengangguk. "Ya, aku akan berusaha sebaik mungkin! Supaya bisa satu academy dengan kalian," ujarnya. Sementara itu Bai Quan tidak mengatakan apa pun pada Lianyu. Long Feiye setelah makan pagi dia buru-buru mengajak Bai Quan ke ruang seleksi begitu tahu Song Lianyu ikut tes seleksi. Feiye merasa senang mengetahui hal itu. Kebetulan sekali hari ini kelas dimulai jam pukul sepuluh pagi. "Ini aku juga bawakan senjata dan anak panah milikmu," ujar Long Feiye sembari menyodorkan busur dan anak panah punya Lianyu. "Oh, ya Terima kasih. Aku tadi buru-buru ke sini jadi lupa membawanya. Apakah nanti akan diminta untuk menggunakan senjata yang kita bisa?" tanya Song Lianyu dengan wajah penasaran. "Iya, begitulah. Nanti kau akan dipinta menggunakan senjata yang biasa dilakukan," ujar Long Feiye menjelaskan. Dia sering melihat murid-murid yang masuk melalui jalur seleksi umum. Jadi, wajar saja jika dia mengetahui soal itu. Oh, ya untuk Long Feiye sendiri dia masuk melalui jalur yang kedua yaitu jalur keturunan. Ayahnya adalah salah satu tetua di sekte Bunga Salju. "Shiyi, kau belum pernah melihat Lianyu menggunakan senjata 'kan?" tanya Long Feiye pada Han Shiyi. "Iya, aku memang belum pernah melihat Lianyu menggunakannya. Bagaimana jika kau tunjukkan kemampuanmu itu anggap saja sebagai latihan sebelum seleksi," saran Han Shiyi. Lianyu berpikir sejenak sebelum dia mengangguk setuju. "Itu ide yang bagus," ujarnya. Di dalam ruang seleksi yang cukup luas ada kotak senjata pedang, tombak, dan senjata-senjata yang lainnya yang diletakkan di pinggir ruangan. Untuk saat ini penyeleksi belum datang karena memang akan datang setelah tiga puluh menit. Hal ini memang dilakukan agar calon murid yang akan diseleksi bisa mempersiapkan diri dan berlatih sejenak sebelum seleksi untuk meningkatkan peluang untuk lolos.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN