"Apa aku akan diminta untuk menyerang orang yang tadi? Kalau gadis yang tadi itu, aku tebak dari kekuatan fisik dia menyerang pasti jauh di atas aku. Aku saja tadi sampai kewalahan untuk menyerangnya," ujar Song Lianyu dengan jujur.
"Aku pernah mendengar bahwa kekuatan spiritualnya berada di tingkat elite bagian sepuluh. Yang artinya dia sebentar lagi akan menerobos ke tingkat master," sahut Long Feiye.
"Wajar saja dia berlagak sombong, mentang-mentang tingkatannya berada di atas kita," balas Han Shiyi.
"Apa daya, aku hanya berada di tingkat warrior bagian tujuh. Kalau aku melawan Qian Gu pasti dalam beberapa menit sudah dikalahkan," sahut Song Lianyu.
"Aku pikir guru Bai tak akan melakukan hal itu. Song Lianyu aku pikir guru Bai sedang mengetes sejauh mana kemampuanmu karena tadi sempat melihat guru Bai yang tampak tertarik dengan kemampuan memanahmu," ujar Han Shiyi. Dia memang memperhatikan raut wajah ekpresi dari guru Bai sedari awal Lianyu menunjukkan kemampuannya dalam memanah. Guru Bai tampak terkesima dengan kemampuan Lianyu.
"Lianyu, dengarkan aku. Menurutku kau punya kesempatan untuk diterima asalkan hasil tes yang terakhir baik. Pokoknya kau harus semangat!" ujar Han Shiyi sambil memegang bahu Lianyu.
"Benarkah itu?" tanya Lianyu memastikan sekali lagi apa yang telah didengarnya.
"Tentu," jawab Han Shiyi dengan nada pasti.
"Kalau begitu aku akan berusaha semaksimal mungkin agar hasil yang terakhir bagus," sahut Lianyu dengan semangat. Itu artinya aku punya kesempatan untuk sekolah di sekte idamanku, batinnya.
Long Feiye memeriksa jam yang ada di tangan kanannya yang menunjukkan pukul 09.50. Sebenarnya dia ingin melihat bagaimana seleksi terakhir Lianyu, tapi tampaknya waktu tak mengizinkannya. "Lianyu, aku dua puluh menit lagi akan masuk ke kelas. Aku akan mengantarmu sekarang," ujar Long Feiye.
"Baiklah," balas Lianyu mengangguk.
Han Shiyi dan Long Feiye mengantar Lianyu di depan bangunan seleksi yang sebelumnya.
"Semangat Lianyu! Aku yakin kau pasti tak akan mengecewakan kami." Long Feiye memberikan semangat sekaligus senyuman agar Lianyu bersemangat.
"Aku akan berusaha teman-teman. Semoga saja aku tak membuat kalian berdua kecewa," ujar Song Lianyu. Dalam hatinya dia ingin sekali bisa lolos seleksi dan belajar di sekte Bunga Salju. Kalau boleh jujur, gadis itu sudah sejak lama ingin belajar di sekte Bunga Salju. Di tempatnya dulu banyak orang yang membicarakan soal kehebatan sekte Bunga Salju dari segi guru yang mengajar serta murid-muridnya. Ya, mungkin saja dengan belajar di tempat yang ngetop, dia bisa ketularan menjadi hebat. Itulah pikiran Song Lianyu.
"Lianyu, kami pamit dulu ya! Nanti setelah kelas berakhir kami akan langsung menghampirimu!" pamit Han Shiyi.
"Aku pamit Lianyu," pamit Long Feiye.
"Baiklah, teman-teman," sahut Song Lianyu.
Kedua orang itu berjalan meninggalkan Lianyu di depan bangunan seleksi setelah pamit. Tinggallah Lianyu seorang diri. Dia duduk di kursi yang disediakan di depan ruang seleksi.
"Aku harus bisa lolos demi diriku sendiri dan juga kedua temanku. Aku tak ingin mengecewakan mereka berdua," ujarnya dengan penuh ketekatan yang bisa dilihat dari kedua matanya seraya tangannya digenggam kuat.
Suara pintu terbuka terdengar di indra pendengaran. Song Lianyu segera menoleh dan bangkit dari posisi duduknya, lalu berjalan masuk ke dalam ruangan yang sama.
Kali ini guru Bai tidak sendiri, dia bersama dengan guru Liang Qu. Kedua guru yang berada di tingkat yang sama yaitu great emperor, hanya saja berbeda bagian. Guru Bai berada di bagian empat, sedangkan guru Liang Qu berada di bagian delapan. Kedua pria yang umurnya sudah tua itu duduk di kursi.