Chapter 16 - Menyebalkan

586 Kata
"Kau!" tunjuk Han Shiyi dengan wajah kesal. Berani sekali Hua Qian Gu menghina Lianyu. "Aiyo, ternyata ada si sampah di sini juga," ujar Hua Qian Gu melihat Long Feiye dengan tatapan merendahkan dan mencemooh. "Kau tidak boleh menghina orang lain!" sahut Song Lianyu akhirnya. "Kenapa Lemah? Kau ingin membela sampah yang tak berguna ini hah? Ouh, atau jangan-jangan kau kekasihnya ya? Kalau seperti itu cocok sekali! Satunya sampah tak berguna yang harusnya sejak dulu dibuang dan satunya lagi lemah! Kalian benar-benar pasangan yang cocok!" ejek Hua Qian Gu dengan ejekan dan matanya yang merendahkan. "Ah, tak berguna bicara dengan orang seperti kalian! Yang tidak satu derajat denganku!" sambungnya dengan sombong. Dia berlalu ke luar ruangan dengan gaya angkuh dan sombongnya. Seolah-olah dialah yang paling tinggi di dunia ini. "Dia benar-benar jahat! Apa maksudnya menghina orang, dia pikir dia itu siapa? Hanya putri menteri, sombongnya minta ampun," ujar Han Shiyi menggeleng. "Apalagi kalau dia terlahir sebagai seorang putri, aku yakin sombongnya akan bertambah lima kali lipat," sambung Han Shiyi. Sementara itu Long Feiye hanya diam saja tak menjawab. Dia sudah terbiasa dengan hinaan seperti ini. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana perasaan Song Lianyu saat ini. Hati gadis itu pasti terluka dan sedih. "Apa kau tidak apa-apa, Lianyu?" tanya Long Feiye berjalan menghampiri Song Lianyu. Song Lianyu menggeleng pelan. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku baru tahu kalau dia adalah putri menteri," ujar Song Lianyu. Tampaknya di mana-mana banyak orang yang semena-mena pada orang lain, batin Song Lianyu menyimpulkan. "Qian Gu itu memang seperti itu terhadap orang lain yang dia anggap kedudukannya di bawah dia," jawab Han Shiyi. "Sudahlah, kita tak perlu membahas dia lagi. Lebih baik kita ke gazebo yang ada di belakang sembari menunggu satu jam lewat," ajak Han Shiyi mengajak Lianyu dan Feiye ke halaman yang ada di dekat kolam. Song Lianyu memperhatikan sekitarnya dengan seksama. Dia kagum. Halaman yang sangat luas dan juga bangunan yang juga luas. Lianyu pikir mengelilingi sekte Bunga Salju tak cukup dalam waktu empat jam, apalagi kalau jalan kaki, pasti kaki pegal dan letih. "Lianyu, di sini ada banyak bangunan. Di sini juga ada tempat untuk istirahat dan latihan. Contohnya seperti gazebo ini, tempat ini bisa digunakan untuk tempat latihan sekaligus bersantai sambil melihat bunga-bunga teratai yang ada di kolam," jelas Han Shiyi. "Apakah juga ada tempat latihan memanah?" tanya Song Lianyu yang tertarik. "Tentu saja ada. Di belakang bangunan itu ada tempat latihan memanah. Tak perlu bawa busur dan anak panah lagi untuk latihan karena di sana sudah disediakan dan juga papan target juga ada," ujar Han Shiyi sambil menunjuk bangunan yang letaknya lumayan jauh saat mereka berjalan. "Oh, di sana ya? Terlalu banyak bangunan, aku jadi bingung sendiri. Mungkin aku harus mencatatnya di kertas supaya tak salah jalan," sahut Song Lianyu. Dia waktu tinggal di kediaman Duanmu, kediaman mantan orang tua angkatnya dulu pernah salah jalan. Dia juga pernah salah masuk ke paviliun bibi angkat, saudara ayah angkatnya. Untung saja saat itu pemiliknya sedang berada di luar, kalau tidak habislah dia kena marah. Apalagi keluarga ayah angkatnya tak ada yang suka dengannya kecuali nenek. Kalau dihitung dari orang dewasa cuma nenek yang baik. Han Shiyi tersenyum. "Lama-lama akan hafal. Semoga saja kau bisa lolos seleksi, nanti kita bersama terus," ujarnya. Lianyu ikut tersenyum. "Tentu saja, tapi ngomong-ngomong nanti seleksi bagaimana?" tanyanya. "Dari yang aku lihat selama ini, biasanya kekuatan spiritual yang diukur. Mungkin saja Lianyu akan diminta untuk melakukan serangan atau mungkin menyerang monster," jelas Long Feiye.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN