Ayla dipindahkan ke ruang VIP yang lain. "Gimana aku nggak marah, kalau tau pintunya rusak kita nggak akan tempati kamar itu. Bikin kesel aja, udah tau rusak masih di layani untuk pasien. Ya nggak bisa gitu kah!" Sepanjang perjalanan menuju kamar VIP yang lain, tidak ada hentinya Arka mengomel. Ayla hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mendengar ocehan Arka. "Ibu-ibu kontrakan lagi nagih sewa." kata Ayla dengan suara pelan. Sampai di kamar VIP 030. "Ini viewnya cantik banget, bisa lihat kota dari atas sini. Biar kamu rileks." Arka membuka semua gordennya. "Kamu nggak ada pasien? Tumben gitu masih di sini. Di sini banyak suster sama dokter, jadi ya gak apa-apa." "Aku alihkan ke dokter umum sementara. Aku mau fokus ke kamu dulu, tapi kalau ada yang mendesak untuk operasi da

