"Bagaimana keadaanmu, Nona Alvin?" tanya Devan. "Ah, sebenarnya bahu Saya masih sakit. Tapi Saya memaksakan diri kemari, untuk menemui anda," Noy sengaja menurunkan lengan pakaiannya, hingga setengah dadanya terlihat. "Begitu, ya. Aku jadi merasa bersalah," Devan mengulurkan tangannya, "Biar kupandu ke kamarmu." Saat Noy melewati ayahnya, mereka sempat berpandangan sebentar, memberi senyuman yang memiliki arti tersendiri. Noy berterimakasih, berkat ayahnya dia bisa seperti ini dengan Devan. Sedangkan Pedro ingin mengalihkan pikiran Devan dengan keberadaan Noy di sini, sehingga ia bisa menjalankan misinya dengan lancar. "Nona Alvin, aku ingin minta maaf atas perkataanku saat pesta ulang tahunmu. Padahal itu hari special untukmu, aku malah terbawa emosi sampai mengatakan hal seperti itu,"

