Bukankah dia cantik?" tanya James. "Bohong kalau dia tidak cantik. Itu kecantikan yang bisa membuat semua orang jatuh cinta dalam beberapa detik." "Termasuk dirimu?" Brian tidak menjawab, ia hanya tersenyum. "Jika kau bisa menghancurkan Wilson, dia bisa menjadi milikmu," lanjut James. Brian tertawa kecil, "Ayah, aku sedang tidak mood membicarakan wanita." "Terserahmu saja." Sementara Devan yang menunggu di altar ikut tertegun saat melihat Aluna. Aluna selalu cantik, namun hari ini ia berbeda. Aluna bersinar, seperti berlian yang dipoles dengan baik. "Hei, psst!" Devan sontak keluar dari pikirannya saat menyadari Aluna sudah tiba di depannya. Aluna sedang tersenyum kesal sambil menunggu tangannya diraih oleh Devan. "Hari ini kau sangat cantik," Devan meraih tangan Aluna, mereka be

