"Kalau begitu, aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik." Tok! Tok! Tok! "Tuan, ini Saya," ujar Jack. Devan turun dari ranjang, membuka pintu, "Ada apa?" tanya Devan. "Ada undangan yang dikirim keluarga Wijaya," jawab Jack memberikan undangan itu. Devan menerima undangan yang diberikan Jack, "sepertinya undangan ini bukan untukku." "Apa ada pesta?" Aluna mengintip dari balik punggung Devan. "Ya, ini untukmu," jawab Devan. Aluna menerima undangan itu dan membukanya, "Pesta teh?" "Ini adalah pesta untuk wanita, jadi hanya kau yang datang. Tapi jika kau malas, kau bisa menolak," ujar Devan. "Tidak, aku akan datang. Aku agak bosan diam terus. Siapa tahu, nantinya aku menemukan sesuatu yang seru di sana," balas Aluna. Devan menatap Jack, "Dengar, kan?" "Saya akan menyampaikan ini

