"Aku mengingat wajah istrimu, dia sangat cantik. Dengan wajah secantik itu, tidak mungkin kau mau dengan yang biasa saja," ujar Alan. Benar istri Devan sangat cantik sampai Alan terpana melihatnya. "Aku sudah tidak tertarik untuk melakukan itu. Istriku akan marah kalau aku melakukannya," balas Devan. "Benar, benar. Beginilah caramu memperlakukan seorang istri dengan benar. Jangan gunakan kekuasaan untuk berbuat kasar atau mengkhianatinya," tegas Alan. Devan meletakkan gelas wine, "Kau sendiri, kapan akan menikah?" "Aku? Menikah? Di umur ini?" Alan tertawa kecil, "Jika putriku mendengarnya, dia akan menertawakanku." "Kupikir putrimu akan senang jika dia memiliki seseorang untuk dipanggil ibu." "Dia sudah memiliki seseorang yang memanggilnya ibu, jadi itu tidak diperlukan. Hah, waktu b

