Tak lama setelahnya, mobil mereka tiba di sebuah bangunan besar, tempat pelelangan diadakan. Aluna keluar dari mobil setelah Devan mengulurkan tangannya, lalu menggandeng lengan Devan seperti biasa. Penjaga yang berdiri di sana menatap mereka dengan tajam, "Boleh Saya lihat kartu izin masuk?" Devan memberikan sebuah kartu kecil, yang bentuknya seperti kartu nama perusahaan. Saat diperiksa, penjaga itu langsung membukakan pintu dan mengembalikan kartu. "Selamat datang, Tuan dan Nyonya Wilson. Semoga pelelangan hari ini menyenangkan." Aluna terkesan, karena orang itu tak takut sama sekali saat mengetahui mereka adalah Wilson, "Jadi ini yang disebut Selena, sebagai bawahan terbaik? Keluarga Wijaya memang luar biasa." Berjalan beberapa langkah, mereka berhenti di sebuah tempat yang memberik

