Keysa merasa wajahnya disinari oleh sinar terang yang menyilaukan mata, "Devan, anak itu. Dia sangat beruntung, ya. Kalau aku jadi dia, aku tidak akan bisa membiarkan istriku yang secantik ini pergi ke mana pun sendirian. Dia pasti akan digoda banyak hidung belang." "Ah..." Keysa hampir lupa untuk mengatakan sesuatu yang penting, karena pikirannya terus diisi oleh Aluna, "Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan." "Katakan saja!" ujar Aluna. "Tolong jangan terlalu membenci Brian Victor," ucap Keysa. Aluna bisa melihat keseriusan dari wajah dan tekanan suara itu, "Kenapa?" Belum sempat Aluna menerima jawaban, para tamu lain berdatangan. Aluna langsung berdiri dan menyambut mereka, "Selamat datang di kediaman Wilson. Kalian semua datang sangat awal, sampai aku tidak bisa menyambut kalian

