Aluna merebut buku, ia keluar dari ruangan sambil menggerutu. Bersamaan dengan keluarnya Aluna, Devan masuk ke dalam ruangan. Ia sempat menatap Aluna dengan heran. "Apa lagi yang kau lakukan padanya?" tanya Devan. "Hanya memberi tantangan kecil." "Jangan memancingnya terus." "Aku suka reaksinya, dia sangat imut saat marah." Devan benar-benar tidak mengerti selera Selena yang aneh. "Bagaimana dengan pelajarannya?" "Kau lihat saja sendiri." Selena menyerahkan kertas ujian yang dijawab oleh Aluna. Devan memeriksa kertas itu dan terkejut. Soal-soal ujian Wilson yang baru bisa dijawabnya dengan nilai sempurna setelah menempuh pendidikan selama 10 tahun, bisa dijawab Aluna yang belum menyentuh hari ke-10 pembelajaran. "Dia sangat pintar. Aku tidak tahu otaknya terbuat dari apa. Dia cepat

