"Apa yang harus Saya lakukan sekarang?" "Kirimkan saja buket bunga." "Baik." "Lalu, mulai hias mansion. Aku ingin pernikahan dipercepat. Sebar undangan sesegera mungkin." "Baik," Devan mematikan telepon bersamaan dengan datangnya Aluna yang telah selesai mengenakan gaun. Begitu melihatnya, Devan tertegun. Gaun putih itu nampak membalut tubuh Aluna dengan elegan. "Bagaimana?" tanya Aluna. "Lumayan." "Lumayan bagus?" "Lumayan jelek." "Hei!" Aluna cemberut. "Tetaplah seperti itu, biarkan aku mengambil beberapa foto." "Bukannya tadi, kau bilang jelek?" "Aku harus mengabadikan kejelekanmu ini." "b******n!" Meski begitu, Aluna tetap berpose saat Devan memotretnya. "Kirimkan pada Selena," ujar Aluna. "Tidak perlu. Dia akan menertawakanmu." "Dasar kau ini!" Devan buru-buru memas

