Brian melempar undangan itu. Ia mengambil ponselnya dan melihat pesan masuk. Terdapat beberapa foto Devan dan Aluna yang sedang berkencan di jalanan 25. Brian sempat tertegun sebentar saat melihat wajah Aluna. "Aku jadi tidak sabar bertemu dengan calon iparku." "Akh!" Aluna terjatuh saat ia salah melangkah. Tangannya memegangi mata kakinya yang terasa berdenyut. "Sudah kubilang, jangan bergerak seperti itu!" Selena mendekat. Ia memegang kaki Aluna, lalu menggerakkannya. "Aaaaakhh!" Aluna berteriak kuat karena rasa sakit yang didapatkannya saat Selena menggerakkan kakinya. Beberapa saat kemudian, kakinya kembali normal. "Ayo berdiri, kita lanjutkan latihan!" ujar Selena. "Tidak bisakah kita istirahat sebentar? Aku capek!" "Bukannya kau terlalu cengeng?" "Hei, kau membuatku bergerak

